Anggaran Terbatas Rp350 Juta, Pemkot Blitar Tetap Gelar Blitar Djadoel untuk Dorong Ekonomi UMKM

 

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin (photo by detikjatim)

Radar Hukum, Blitar
– Pemerintah Kota Blitar memastikan ajang tahunan Blitar Djadoel tetap berlangsung pada 2026 meskipun harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran daerah yang terbatas. Tahun ini, Pemkot Blitar hanya mengalokasikan dana sekitar Rp350 juta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang selama ini menjadi salah satu hiburan masyarakat sekaligus ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Pemkot Blitar memilih mempertahankan penyelenggaraan Blitar Djadoel karena acara tersebut dinilai memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima, serta sektor usaha pendukung lainnya.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan pelaksanaan Blitar Djadoel tahun ini dilakukan melalui skema kolaborasi antara pemerintah daerah dan asosiasi pedagang UMKM. Langkah tersebut diambil sebagai solusi agar kegiatan tetap berjalan di tengah keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah.

"Blitar Djadoel tahun ini diselenggarakan dengan kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi pedagang UMKM. Jadi ada pembagian peran karena anggaran pemerintah minim, sementara biaya penyelenggaraan acara ini cukup besar," ujarnya.

Syauqul menyebut penyelenggaraan tahun ini akan dibuat lebih sederhana dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, efisiensi menjadi hal penting agar kegiatan masyarakat tetap dapat terlaksana tanpa memberikan tekanan besar terhadap anggaran pemerintah.

Ia mengaku belum mengetahui secara rinci seluruh komponen anggaran yang dialokasikan dan menyerahkan detail teknis kepada perangkat daerah terkait. Namun, prinsip utama pelaksanaan Blitar Djadoel tahun ini adalah tetap menghadirkan manfaat bagi masyarakat dengan konsep yang lebih efektif.

"Memang kami harus lebih sederhana dalam setiap penyelenggaraan event karena kekuatan anggaran kami terbatas," jelasnya.

Menurut Syauqul, keberadaan Blitar Djadoel tidak hanya bertujuan memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu upaya menggerakkan roda perekonomian daerah. Kehadiran acara tersebut diharapkan mampu meningkatkan transaksi usaha bagi pedagang dan memperkenalkan potensi ekonomi Kota Blitar kepada masyarakat luas.

Selain memberikan ruang bagi UMKM, kegiatan tersebut juga dinilai dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk melihat peluang usaha di Kota Blitar. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, peluang penyerapan tenaga kerja juga diharapkan semakin terbuka.

"Masyarakat bisa mendapatkan hiburan, sementara pelaku usaha memiliki ruang untuk berkembang. Harapannya ekonomi daerah dapat bergerak lebih baik," kata Syauqul.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, menjelaskan bahwa anggaran yang disiapkan untuk Blitar Djadoel 2026 mencapai sekitar Rp350 juta termasuk pajak.

Rencananya, acara tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026. Seperti penyelenggaraan sebelumnya, konsep kegiatan akan menggabungkan hiburan rakyat dengan kegiatan ekonomi melalui bazar UMKM.

Dalam pelaksanaannya, panitia menyiapkan sebanyak 149 stan yang terdiri dari stan UMKM, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sponsor utama. Selain area bazar, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan di panggung rakyat.

"Anggarannya sekitar Rp350 juta sudah termasuk pajak. Konsep acara tetap menghadirkan stan bazar UMKM, OPD, dan sponsor utama. Nantinya acara akan dibagi menjadi empat subtema," ujar Parminto.

Dengan konsep yang lebih sederhana namun tetap melibatkan banyak pihak, Pemkot Blitar berharap Blitar Djadoel 2026 dapat menjadi ruang rekreasi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.(red/lis)

0 Komentar