Dokter Ingatkan Orang Tua Waspadai Benjolan Hilang-Timbul pada Anak, Bisa Jadi Hernia

  

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (photo by ANTARA)


Jakarta – Orang tua diminta tidak mengabaikan benjolan yang muncul dan menghilang di area lipat paha, kantong kemaluan, maupun pusar anak. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda hernia yang memerlukan pemeriksaan medis agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani sejak dini.

Dokter Spesialis Bedah Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Kozzy, Sp.BA, menjelaskan bahwa hernia merupakan kondisi ketika jaringan atau organ di dalam rongga perut menonjol keluar melalui celah atau bagian otot yang lemah. Kelainan ini dapat dialami bayi baru lahir maupun anak dengan usia yang lebih besar.

"Hernia pada anak sering kali terlihat sebagai benjolan yang hilang-timbul. Walaupun anak tampak aktif, orang tua sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut agar penyebabnya dapat dipastikan," ujar dr. Kozzy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, jenis hernia yang paling sering ditemukan pada anak adalah hernia inguinalis atau hernia di daerah lipat paha. Pada anak laki-laki, benjolan dapat menjalar hingga kantong kemaluan, sedangkan pada anak perempuan dapat muncul di area labia.

Selain hernia inguinalis, terdapat pula hernia umbilikalis yang ditandai dengan munculnya benjolan di sekitar pusar. Berbeda dengan hernia inguinalis, hernia umbilikalis pada sebagian anak dapat menutup dengan sendirinya seiring pertumbuhan.

Mengacu pada data American Academy of Pediatrics (AAP), hernia inguinalis pada bayi cukup bulan terjadi sekitar 8 hingga 50 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Risiko kejadiannya diketahui lebih tinggi pada bayi yang lahir prematur.

Dr. Kozzy menjelaskan, benjolan akibat hernia inguinalis umumnya akan tampak lebih jelas saat anak menangis, batuk, mengejan, berdiri, atau banyak bergerak. Sebaliknya, benjolan biasanya mengecil atau menghilang ketika anak berbaring dan dalam kondisi rileks.

Orang tua juga diminta mewaspadai apabila benjolan disertai gejala lain, seperti anak menjadi rewel, mengeluhkan nyeri di sekitar benjolan, benjolan berubah kemerahan, membesar, terasa keras, tidak dapat dimasukkan kembali, hingga disertai muntah, perut kembung, demam, tubuh lemas, atau kehilangan nafsu makan.

Menurut dr. Kozzy, hernia inguinalis umumnya tidak dapat sembuh sendiri sehingga memerlukan penanganan medis. Jika tidak segera ditangani, jaringan atau usus yang keluar melalui celah hernia dapat terjepit sehingga mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko kerusakan jaringan.

"Bila benjolan terasa keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah, anak sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan," katanya.

Dalam menentukan penanganan, dokter akan mempertimbangkan usia anak, ukuran hernia, gejala yang dialami, serta kemungkinan komplikasi. Pada sebagian besar kasus hernia inguinalis, tindakan operasi menjadi pilihan utama untuk mencegah komplikasi.

Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah herniotomy, yaitu tindakan mengembalikan jaringan yang menonjol ke posisi semula sekaligus menutup celah hernia agar tidak kambuh. Pada kondisi tertentu, operasi dapat dilakukan dengan teknik laparoskopi menggunakan sayatan kecil yang dibantu kamera sehingga proses pemulihan umumnya lebih cepat.

"Pendekatan laparoskopi dapat menjadi pilihan pada kasus tertentu. Namun, setiap anak perlu dinilai secara individual agar tindakan sesuai dengan kondisinya," jelas dr. Kozzy.

Sementara itu, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan rumah sakitnya menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan hernia pada anak oleh dokter spesialis bedah anak, termasuk tindakan herniotomy dengan pendekatan laparoskopi pada pasien yang memenuhi indikasi.

Menurutnya, dukungan tenaga medis spesialis, fasilitas ruang operasi, serta layanan terpadu diharapkan dapat memberikan penanganan yang optimal, mulai dari proses konsultasi, tindakan operasi, hingga pemantauan selama masa pemulihan pascaoperasi.(red/lis)

0 Komentar