Empat Makanan dan Minuman yang Bantu Pulihkan Cairan Tubuh Setelah Terpapar Terik Matahari


Ilustrasi semangka sebagai makanan penghilang dehidrasi. (photo by antara news)



Jakarta
– Beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang lama dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Jika tidak segera digantikan, kondisi tersebut berisiko memicu dehidrasi yang dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan stamina, hingga memengaruhi fungsi tubuh.

Untuk membantu memulihkan kondisi tubuh setelah terpapar cuaca panas, para ahli gizi merekomendasikan mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya kandungan air serta elektrolit. Selain mengembalikan cairan tubuh, beberapa jenis pangan juga mengandung vitamin dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit setelah terpapar sinar matahari.

Semangka, Kaya Air dan Antioksidan

Semangka menjadi salah satu buah yang paling direkomendasikan karena mengandung sekitar 92 persen air. Kandungan tersebut membantu memenuhi kembali kebutuhan cairan tubuh yang hilang setelah beraktivitas di luar ruangan.

Selain menyegarkan, semangka juga mengandung likopen, yaitu antioksidan yang memberi warna merah pada buah ini. Senyawa tersebut diketahui berperan dalam membantu melindungi kulit dari dampak paparan sinar ultraviolet (UV). Penyerapan likopen akan lebih optimal jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat, seperti kacang-kacangan atau alpukat.

Melon Cantaloupe Bantu Menjaga Kesehatan Kulit

Melon cantaloupe juga menjadi pilihan yang baik setelah tubuh terpapar panas matahari. Buah ini mengandung sekitar 90 persen air serta kaya beta-karoten dan vitamin C.

Beta-karoten akan diubah tubuh menjadi vitamin A yang berperan dalam proses regenerasi sel kulit, sementara vitamin C membantu pembentukan kolagen dan mempercepat perbaikan jaringan. Kombinasi keduanya menjadikan cantaloupe bermanfaat dalam mendukung kesehatan kulit sekaligus menjaga hidrasi tubuh.

Air Kelapa, Sumber Elektrolit Alami

Selain makanan, air kelapa menjadi minuman yang banyak direkomendasikan untuk mengembalikan cairan tubuh. Air kelapa mengandung elektrolit alami, terutama kalium dan magnesium, yang berperan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh setelah banyak berkeringat.

Dibandingkan sebagian minuman olahraga dalam kemasan, air kelapa umumnya memiliki kandungan gula tambahan yang lebih rendah sehingga dapat menjadi pilihan alami untuk membantu proses rehidrasi.

Mentimun, Segar dan Tinggi Kandungan Air

Bagi yang menginginkan pilihan selain buah-buahan, mentimun dapat menjadi alternatif. Sayuran ini mengandung sekitar 95 persen air sehingga efektif membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Selain itu, mentimun juga mengandung kalium dalam jumlah kecil serta antioksidan yang bermanfaat menjaga kesehatan tubuh. Rasanya yang ringan dan menyegarkan membuat mentimun cocok dikonsumsi setelah beraktivitas di tengah cuaca panas.

Jangan Tunggu Haus untuk Minum

Selain memperhatikan asupan makanan dan minuman, menjaga kebiasaan minum air putih juga menjadi langkah penting untuk mencegah dehidrasi. Para ahli menyarankan agar seseorang tidak menunggu rasa haus muncul sebelum minum karena rasa haus umumnya menjadi tanda awal tubuh mulai kekurangan cairan.

Membawa botol minum saat beraktivitas, mengonsumsi air secara bertahap sepanjang hari, serta memperhatikan warna urine juga dapat menjadi indikator sederhana untuk menjaga kecukupan cairan. Urine berwarna kuning pucat umumnya menandakan tubuh terhidrasi dengan baik, sedangkan warna yang lebih pekat dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

Dengan memilih makanan yang kaya air, mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit alami, serta menjaga pola hidrasi yang baik, tubuh dapat lebih cepat pulih setelah beraktivitas di bawah terik matahari. Kebiasaan sederhana tersebut juga membantu menjaga kebugaran dan mengurangi risiko dehidrasi, terutama saat cuaca panas atau musim kemarau.(red/lis)

0 Komentar