Hanya Punya 12 Siswa, SDN Mojosari 1 Tetap Semangat Gelar MPLS

 

SDN Mojosari 1 di Kecamatan Kras yang siswa kelas I-VI totalnya hanya 12 anak. Saat MPLS seluruh siswa diikutkan agar siswa baru tidak berkecil hati. (photo by radar kediri)

KEDIRI, – Di tengah membludaknya pendaftar di sejumlah sekolah favorit, masih ada sekolah dasar negeri di Kabupaten Kediri yang harus bertahan dengan jumlah murid yang sangat minim. Meski ruang kelas nyaris kosong, para guru tetap berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik agar semangat belajar anak-anak tetap terjaga.

Salah satunya terlihat di SDN Mojosari 1, Kecamatan Kras. Sekolah tersebut kini hanya memiliki 12 siswa yang tersebar di enam tingkat kelas. Bahkan, untuk kelas II dan kelas V tidak memiliki peserta didik sama sekali.

Guru Kelas IV SDN Mojosari 1, Kurnia Dewi, mengatakan dua siswa kelas I yang diterima tahun ajaran ini berasal dari keluarga penjaga sekolah dan warga sekitar.

"Kami berusaha agar anak-anak baru tidak merasa minder meski jumlah muridnya sedikit," ujarnya.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, seluruh siswa dilibatkan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Beragam aktivitas dikemas secara interaktif, mulai dari permainan, bernyanyi bersama, hingga berburu harta karun di lingkungan sekolah.

Siswa kelas atas juga dilibatkan sebagai pendamping bagi adik kelas mereka. Cara tersebut dinilai mampu membangun rasa percaya diri sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa.

Meski jumlah murid sangat sedikit, Dewi menilai kondisi tersebut justru memberikan keuntungan dalam proses belajar mengajar. Guru dapat memberikan perhatian lebih kepada setiap siswa sehingga perkembangan belajar mereka lebih mudah dipantau.

"Pernah ada siswa yang belum bisa membaca sama sekali. Karena pendampingannya lebih intensif, perkembangannya menjadi lebih cepat," ungkapnya.

Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga memperbanyak kegiatan pembiasaan seperti salat Duha berjamaah, salat Zuhur berjamaah, belajar baca tulis Al-Qur'an, hafalan surat pendek, hingga ekstrakurikuler kaligrafi. Fasilitas papan interaktif digital juga dimanfaatkan untuk membuat proses belajar lebih menarik.

Kondisi serupa dialami SDN Gadungan 2, Kecamatan Puncu. Tahun ajaran baru ini sekolah tersebut tidak memperoleh siswa baru. Meski demikian, kegiatan pengenalan lingkungan tetap dilaksanakan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Kelas (MPLK) yang diikuti sekitar 30 siswa dari kelas II hingga kelas VI.

Pelaksana Tugas Kepala SDN Gadungan 2, Nur Edy, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar baru sekaligus menyusun berbagai aktivitas kelas.

"Kami memastikan hak anak-anak tetap terpenuhi. Walaupun guru terbatas, pembelajaran tetap berjalan dan tidak boleh ada jam kosong," tegasnya.

Karena hanya memiliki tiga tenaga pendidik, beberapa kelas harus digabung saat proses pembelajaran berlangsung. Jika ada guru yang berhalangan hadir, kepala sekolah turut mengajar agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Nur Edy mengakui upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah membutuhkan proses panjang. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai menjalin komunikasi dengan taman kanak-kanak hingga pemerintah desa untuk memperkenalkan sekolah kepada masyarakat.

Sementara itu, SDN Bedug di Kecamatan Ngadiluwih juga menghadapi tantangan serupa. Sekolah tersebut hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran ini. Agar keduanya tidak merasa sendiri, pihak sekolah menggabungkan kegiatan MPLS dengan seluruh siswa dari kelas lain.

Kepala SDN Bedug, Siti Aminah Dien Afrina, menegaskan seluruh kegiatan dirancang agar peserta didik baru dapat beradaptasi dengan nyaman dan tetap merasakan suasana sekolah yang menyenangkan.

Meski menghadapi keterbatasan jumlah peserta didik, sekolah-sekolah tersebut tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Para guru terus berinovasi agar setiap anak memperoleh hak belajar yang sama serta tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang nyaman dan mendukung perkembangan mereka.(red/lis)

0 Komentar