Kebakaran Landa Gunung Dloko, BPBD dan Warga Berjibaku Padamkan Api Selama Empat Jam

 

Petugas BPBD Ponorogo bersama warga melakukan pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Dloko, Desa Tatung, Kecamatan Balong, yang menghanguskan sekitar lima hektare lahan (photo by radar madiun)


PONOROGO- Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Dloko yang berada di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (30/6) sore. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar lima hektare lahan hutan rakyat dan memicu upaya pemadaman yang berlangsung selama kurang lebih empat jam.

Proses penanganan kebakaran menghadapi berbagai kendala, terutama karena lokasi titik api berada di kawasan perbukitan dengan medan yang terjal dan sulit dijangkau. Kondisi tersebut menyebabkan mobil pemadam kebakaran maupun kendaraan tangki air tidak dapat mencapai lokasi sehingga petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual bersama warga setempat.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Aris Ahmadi, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Gunung Dloko, Desa Tatung, serta di kawasan Gunung Gede yang berada di Desa Muneng. Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 16.00 WIB dan dengan cepat meluas akibat cuaca yang sedang kering, tiupan angin yang cukup kencang, serta banyaknya serasah daun kering yang mudah terbakar.

Menurut Aris, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan hingga larut malam sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak muncul titik-titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Ia menambahkan bahwa sulitnya akses menuju lokasi menjadi tantangan utama selama proses pemadaman berlangsung. Karena kendaraan pemadam tidak dapat memasuki area kebakaran, petugas bersama masyarakat menggunakan peralatan sederhana untuk mengendalikan api. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat sekat bakar guna menghentikan perambatan api ke area lain, kemudian memadamkan kobaran api secara manual dengan metode gepyok menggunakan ranting-ranting pohon.

Di sisi lain, Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, mengatakan bahwa warga segera turun tangan membantu proses pemadaman setelah melihat kobaran api semakin membesar di kawasan gunung. Selain bekerja sama membuat sekat bakar, masyarakat juga berupaya melindungi kawasan hutan serta lahan pertanian di sekitar lokasi agar tidak ikut terdampak oleh kebakaran.

Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, Rudi menduga api kemungkinan berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seseorang yang melintas menuju area pertanian. Dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak terkait.

Menurutnya, respons cepat warga bersama petugas menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas ke wilayah yang lebih luas. Apabila tidak segera ditangani, kobaran api berpotensi terus merambat dan mengancam kawasan hutan maupun lahan pertanian di sekitar Gunung Dloko.(red/lis)

0 Komentar