KEDIRI – Sebuah rumah milik Sutoyo di Dusun Jambean, Desa Jambean, Kecamatan Kras, dilanda kebakaran pada Senin (13/7) pagi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.52 WIB oleh seorang warga yang melihat kobaran api muncul dari bagian gudang rumah. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada penghuni yang berada di dalam bangunan.
Menerima laporan dari warga, Tim Pemadam Kebakaran Pos Ngadiluwih langsung menuju lokasi pada pukul 08.55 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 09.01 WIB dan segera melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitar lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan proses pemadaman melibatkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 2.500 liter dengan dukungan sembilan personel.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 10.41 WIB sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Kaleb menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, api diduga berasal dari area gudang. Di lokasi tersebut tersimpan sejumlah barang yang mudah terbakar, seperti kasur, ban, dan suku cadang kendaraan, sehingga kobaran api dengan cepat membesar.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Akibat peristiwa itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta. Sementara sejumlah harta benda yang berhasil diselamatkan ditaksir bernilai sekitar Rp50 juta.
Kaleb memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena rumah sedang tidak berpenghuni saat kebakaran terjadi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada area penyimpanan yang berisi barang-barang mudah terbakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian dapat diminimalkan.(red/lis)
0 Komentar